5 Fakta Jurusan Farmasi dan Sharing Pengalaman Kuliah di Farmasi UGM

 Cuma Belajar Kimia?? – Ini Dia 5 Fakta Jurusan Farmasi yang Wajib Kalian Ketahui

Figure 1. Source: Tribunnews.com

Hai semuanya, kenalin namaku Iyok. Aku adalah seorang mahasiswa semester 4 di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Pada kesempatan ini, aku mau memperkenalkan ke kalian tentang jurusan farmasi dan pengalamanku selama berkuliah di jurusan farmasi.

Sebelum masuk ke inti cerita, aku mau ngasih tau dulu ke kalian, apa sih farmasi itu. Jadi buat kalian yang belum tahu, farmasi merupakan gabungan antara ilmu kesehatan dan ilmu kimia yang memiliki fokus pada obat-obatan, mulai dari mensintesis senyawa obat, cara memproduksi obat, hingga pada proses pendistribusiannya kepada pasien.

Prospek kerja jurusan farmasi juga cukup luas lhoo. Lulusan dari jurusan farmasi nantinya dapat menjadi:

       1. Peneliti/scientist

       2. Pengajar (dosen, guru smk farmasi)  

       3. Bekerja di industri obat dan kosmetik

       4. Quality control dan quality assurance

       5. Bekerja di BPOM

       6. Pedagang besar farmasi

       7. Apoteker rumah sakit, dan

       8. Membuka apotek sendiri

Untuk jenjang pendidikan, mahasiswa jurusan farmasi nantinya akan menempuh pendidikan S1 selama 4 tahun untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) dan jika berminat untuk menjadi apoteker maka seorang lulusan farmasi akan mengambil pendidikan lanjutan profesi apoteker selama 1 tahun. Nahh, buat kalian yang tertarik ingin masuk ke jurusan farmasi, yuk cek dulu 5 fakta berikut ini.

1.      Masuk Farmasi Harus Suka KIMIA

Figure 2. Source: Sumberpengertian.id

Seperti pengertian yang sudah aku tulis di awal, farmasi adalah gabungan ilmu kesehatan dan ilmu kimia, pastinya mata kuliah jurusan ini akan banyak berhubungan dengan kimia, seperti kimia organik, kimia analisis, kimia medisinal, biokimia, fitokimia, dan masih banyak lagi yang di belakangnya ada nama kimia-kimianya (LOL). Selama aku berkuliah sih, matkul yang menurutku agak susah tu kimia organik dan kimia analisis, tapi selama dipelajari dengan baik dan merhatiin dosen, ga bakal susah kok, tenang aja 😉.

2.      Ga Hanya Belajar KIMIA



                        Figure 3. Source: vectorstock.com            Figure 4. Source: edumor.com

Nahh gais, walaupun di fakta nomor 1 aku nyebutin harus suka kimia, tetapi bukan berarti mata kuliahnya cuma tentang kimia aja yaa. Di jurusan farmasi justru kita juga harus “mengakrabkan diri” dengan yang namanya BIOLOGI. Yaps, benar sekali, di jurusan farmasi, ilmu biologi juga merupakan ilmu wajib yang akan diajarkan, bahkan bisa dibilang jauh lebih ribet dan kompleks dibandingkan biologi sewaktu SMA/SMK karena akan membahas hingga ke tingkat molekuler dan sel. Kalau dari pengalamanku sendiri, hingga semester 4 ini, aku sudah menemui banyak sekali mata kuliah yang berbau biologi, seperti biologi sel, mikrobiologi, biokimia, biologi molekuler, farmakognosi, serta imunologi, dan pastinya di semester-semester atas pasti aku juga akan ketemu dengan biologi 😊.

Apakah hanya biologi saja? Hoho, tidak semudah itu Ferguso, karena di sini kita juga akan diajak untuk berkenalan dengan ilmu manajemen dan akuntansi. Lho-lhoo, kok masuk ke ranah soshum? Yaps, pastinya dong, karena capaian dari lulusan sarjana farmasi yaitu dapat mengatur dan memanajemen seluruh aliran produksi yang terjadi di suatu apotek, mulai dari pencatatan produk, perhitungan laba-rugi apotek, strategi pemasaran obat, dan masih banyak lagi. Selain itu, kita juga akan diajarkan mengenai ilmu sosial farmasi lhoo, jadi buat kalian yang berpikir kalau masuk farmasi cuma modal pinter kimia saja sudah cukup, sini kubungkam mulutnya😊.

3.      Banyak Praktikum, Banyak Laporan

Figure 5. Source: Pinterest.com

Selama aku berkuliah di jurusan farmasi, yang aku sukai yaitu sewaktu praktikumnya. Praktikum biasanya dilaksanakan kurang lebih selama 4 jam dan dulu waktu praktikum aku pernah mecahin alat lab karena masangnya kurang hati-hati hehe (emang ceroboh gais aku ini, maapkeun wkwkwk). Setelah praktikum selesai, biasanya mahasiswa diharuskan membuat laporan praktikum. Laporan praktikum ini cukup bervariasi panjangnya, ada yang panjang banget sampai berlembar-lembar dan ada juga yang dikit banget, bahkan 30 menit aja bisa kelar (tapi yang ini lumayan jarang sih LOL).

Kalau dulu, aku pernah ngerjain laporan praktikum sampai rela ga tidur karena laporannya harus ditulis tangan dan banyak banget sampai jumlah halamannya berlembar-lembar, tapi ya worth it lah setelah selesai hehe (fun fact: aku typo banyak banget waktu nulis laporan ini wkwk, sampai-sampai aku nge-halu nulis kata “NGGA KE SEKRE” astaga wkwkwk).

Figure 6. Ini dari IG-ku hehe

Mungkin buat kalian terdengar mengerikan ya, tapi percayalah, setelah kalian masuk jurusan farmasi kalian akan terbiasa dengan semua itu, intinya dijalani aja dengan penuh semangat oke 😉.

4.      Kebanyakan Mahasiswanya adalah Perempuan

Figure 7. Source: uhb.ac.id

Jurusan farmasi memang termasuk jurusan yang banyak peminatnya, tetapi yang menarik adalah kebanyakan peminatnya berasal dari kaum perempuan, menurutku mungkin ini karena jurusan farmasi termasuk ke dalam rumpun kesehatan dan mayoritas matkulnya tentang menganalisis sehingga membutuhkan ketelitian tinggi dan tidak terlalu butuh kerja berat seperti jurusan teknik. Kalau di angkatanku sendiri, jumlah total mahasiswanya yaitu 249 orang dan jumlah mahasiswa laki-lakinya ada 70 orang jadi ya perbandingan laki-laki dan perempuannya sekitar 1 : 3. Akan tetapi, buat kalian para laki-laki yang berminat untuk masuk ke jurusan farmasi, jangan khawatir karena pertemanan di farmasi ga kalah seru kok dibanding jurusan yang lain.

5.      Mata Kuliahnya Hampir Sama dengan Kedokteran

Figure 8. Source:  joss.co.id

Banyak orang yang bilang kalau jurusan farmasi adalah jurusan pelarian setelah kedokteran (biasanya sih karena ga diterima di kedokteran). Pernyataan itu gak salah-salah juga sih, karena sebenarnya baik farmasi maupun kedokteran sama-sama termasuk ke dalam rumpun kesehatan. Bahkan mata kuliah yang diajarkan di jurusan farmasi pun mirip dengan mata kuliah yang diajarkan di kedokteran lhoo, seperti anatomi fisologi manusia, mikrobiologi, biokimia, farmakologi, imunologi, dan masih banyak lagi. Kalau dulu waktu semester 1, aku dapat mata kuliah anatomi fisiologi manusia dan yang mengajar adalah dokter asli sekaligus dosen dari fakultas kedokteran dan pada saat praktikum pun juga harus ke gedungnya kedokteran jadi bisa dibilang sudah mirip banget kaya anak kedokteran hehe (ngarep sih wkwkwk).

Nah gais, gimana nih setelah membaca fakta dan pengalamanku selama di farmasi, apakah membuat kalian semakin tertarik untuk masuk ke jurusan farmasi? Yang pasti aku berharap semoga teman-teman yang membaca mendapatkan manfaat dari artikel yang kutulis ini dan semoga kalian masuk ke jurusan yang kalian impikan! Tetap semangat ya temen-temen semua! Aku tunggu di Farmasi UGM, dadahh.

Komentar